• Call us

    ( 0622 ) 31311

  • Email us

    corsec@inalum.id

News

INALUM Ikut Serta dalam International Conference, 2nd Talenta CEST 2019

25 Okt 2019

Medan (17/10) – Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menyelenggarakan konferensi internasional The 2nd Talenta Conference on Engineering, Science and Technology (Talenta CEST) pada 17 Oktober 2019 dengan tema “Sustainable Infrastructure and Technology for Industry and Community” di Grand Aston City Hall Medan. Konferensi ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Lustrum XII dan Reuni Akbar Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang dilaksanakan tiap 2 tahun oleh USU untuk berbagi pengetahuan, relasi, dan kolaborasi antara engineer, ilmuwan, dan teknologi serta akademisi dan peneliti di bidang teknik.

The 2nd Talenta CEST kali ini menghadirkan empat presenter utama, Prof. Mohammad Taherzadeh dari University of Boras, Prof. Toru Matsumoto dari University of Kita Kyushu, Prof. Badorul Hisham Abu Bakar, Phd dari Universiti Sains Malaysia dan Prof. Johannes Tarigan dari Universitas Sumatera Utara.

Sebagai bagian dari upaya HR Development dan penyiapan INALUM’s global worker, pada kesempatan tersebut PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM juga ikut berpartisipasi dalam forum internasional ini dengan menghadirkan lima pembicara, Dolfy Antonio Sinaga - INALUM Environmentally Friendly Strategy by Reusing Spent Anode (BUTT) Management, Kukuh Yudiarto - Study of Recycle Spent Brick Lining as Refractory Castable Product, Parindra Kusriantoko - The Effect of Fluxing Material Method on the Inclusion Content of Strontium Modified A356.2 at PT Inalum (Persero), Ardyanta Gabriel Kristian Tarigan - Designing New Pot Design Using ANSYS Steady State Thermal to Reach 215 kA Pot Technology, dan Muhammad Husnuari - Application of Converting HSD to LNG. Acara ini juga dihadiri oleh mantan Direktur Bisnis INALUM, Hasrul Hasan, dan jajaran Manajemen INALUM yang memberikan dukungan dan atensi penuh atas kegiatan ini.

Dolfy menyampaikan untuk mengimplementasikan Visi INALUM 2025, INALUM lebih memperhatikan aspek lingkungan antara lain dengan cara mendaur ulang (recycle) atas semua produk sampingan, dalam hal ini menggunakan kembali Anoda bekas atau biasa disebut Anoda Butt. Dengan menggunakan rasio 30% Butt dalam pembuatan setiap Anoda baru, INALUM dapat menghemat biaya produksi yang sangat signifikan per tahunnya.

Senada dengan Dolfy, Kukuh Yudiarto yang juga mengetengahkan improvisasi terkait penggunaan material daur ulang, menginformasikan bahwa batu bata bekas yang selama ini menjadi produk samping di INALUM juga memiliki beberapa komposisi kimia yang sangat baik untuk dimanfaatkan kembali sebagai Castable yang sangat dibutuhkan di berbagai industri manufaktur dan bangunan sipil. Dalam paparannya, Kukuh menjelaskan lebih jauh bahwa daur ulang ini membuka potensi margin bisnis yang sangat menggiurkan bagi INALUM, dengan IRR sebesar 17,39% dan payback period kurang dari 3 tahun.

Berbeda dari dua pembicara sebelumnya, Parindra mengajukan hasil penelitiannya di industri logam paduan (Alloy), dimana beliau berhasil membuat kemajuan dalam penelitian industri logam dengan menemukan metode dan resep fluxing material yang tepat untuk menekan atau mengendalikan konten inklusi dalam logam, dimana inklusi merupakan salah satu parameter penentu mutu dan nilai tambah Alloy di samping komposisi kimia dan konten hidrogen.

Industry 4.0 dan Internet of Things (IoT) menjadi dasar ide kajian improvisasi yang diketengahkan Ardyanta dalam International Conference kali ini, beliau menawarkan gagasan cemerlang berupa analisis desain dan proses produksi yang dimodelkan dan dianalisis dengan perangkat lunak ANSYS. Model yang dibuat bukan hanya sekedar memberikan gambaran 3D, tetapi juga steady state thermal analysis, material thermal conductivity, thermal behavior result, bahkan magnetohydrodynamics (MHD) analysis yang kesemuanya itu sangat menghemat waktu, tenaga, pemikiran dan juga biaya R&D proses produksi di INALUM.

Terakhir namun yang paling memukau, presentasi yang disampaikan Husnuari yang juga alumnus USU, mengangkat upaya INALUM memperbaiki proses dan biaya produksi, selain juga bertujuan untuk lebih bersahabat dengan lingkungan dengan mengurangi emisi CO2, SOx, dan NOx. Dengan mengutilisasi LNG sebagai pengganti penggunaan HSD memberikan kontribusi bagi tambahan profit INALUM yang juga signifikan. Tak heran jika performance beliau dinobatkan sebagai “The First Runner-up Presenter” pada saat penutupan ajang bergengsi The 2nd Talenta CEST dua tahunan ini.

International Conference The 2nd Talenta CEST 2019 ini ditutup secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik USU, Ir. Seri Maulina, M.Si, Ph.D, yang menyampaikan rasa senang dan bangga, sekaligus berterimakasih atas atensi, dukungan dan kerja keras semua pihak hingga acara ini dapat terlaksana dengan baik.