Responsive image
  • Call us

    ( 0622 ) 31311

  • Email us

    corsec@inalum.id

News

INALUM Resmikan Kampung Tani Lubuk Cuik

27 Jul 2020

Lubuk Cuik (9/7) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM masih tetap aktif membantu masyarakat di tengah Pandemi COVID-19. Kali ini Perusahaan plat merah kebanggaan Batu Bara ini menunjukkan kepeduliannya kepada para petani yang mengelola pertanian di sekitar jalur transmisi listrik INALUM yang dikemas dalam Kampung Tani Lubuk Cuik.

Pada peresmian ini, INALUM menyerahkan bantuan berupa perbaikan 2 unit gapura, revitalisasi 1 unit saung tani, pembuatan icon Desa, pemasangan tong sampah di 5 titik lokasi, bantuan pupuk sebanyak 1,5 ton untuk 30 petani, serta bedah rumah sebanyak 3 unit rumah. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Departemen CSR INALUM, Ismail Midi kepada Kepala Desa Lubuk Cuik, Juliadi yang disaksikan Perwakilan Camat Lima Puluh Pesisir, Sabri selaku Sekretaris Camat dan Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara, Hendra Kumara.

Dalam kesempatan ini Kepala Departemen CSR INALUM, Ismail Midi menyampaikan “Program ini untuk mendukung program Pemerintah dalam Ketahanan Pangan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, baik dari segi pertanian, maupun dari segi agrowisata".

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Lubuk Cuik, Juliadi menyampaikan terima kasih kepada INALUM atas bantuan CSR-nya kepada Desa mereka. "Bantuan ini bukan yang pertama. Sebelumnya kami juga pernah mendapat bantuan peralatan tani, perbaikan sarana irigasi air, serta pinjaman lunak program kemitraan. Tanpa adanya INALUM kami belum tentu berkembang seperti saat ini, tentunya kami akan memanfaatkan bantuan ini secara maksimal agar dapat memberikan dampak positif bagi warga Lubuk Cuik".

Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara, Hendra juga mengapresiasi bantuan INALUM di tengah pandemi Covid-19 ini. Hendra berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat Lubuk Cuik menghadapi situasi yang sulit ini, apalagi harga cabai yang sekarang sedang rendah.

"Saat Pandemi Covid-19 seperti ini tentunya petani sangat terdampak. Kami melihat harga pasar cabai yang turun namun biaya produksi cabai tetap sama dan bahkan meningkat, pasti saat saat seperti ini merupakan masa yang sulit bagi kita semua. Mudah-mudahan bantuan INALUM ini mampu membantu masyarakat dalam menghadapi situasi ini. Tentu bantuan ini sangat bermanfaat, terutama pupuk sebanyak 1,5 ton ini tentu akan meringankan biaya operasional pertanian,” kata Hendra.